Selasa, 15 November 2011

PR-ku sudah selesai


Saya nggak ada di photo ini, jadi tolong jangan tanya saya yang mana..


Sabtu lalu, Saya dapat PR dari Rusydina Tamimi.. Saya disuruh menjawab pertanyaan yang berhubungan dengan masa-masa SD. Agak-agak lupa juga sih, gimana kehidupan pada saat SD.. Tapi demi Rusydina Tamimi saya berusaha untuk mengingatnya.. #eaaa.. :D

Saya menempuh pendidikan di SD dari tahun 1998-2004 di SD 307 Sungai Penuh, Kerinci, Jambi.
Ok, ini dia pertanyaan beserta jawabannya..

Guru Favorit: Hmm,, Bu Ernawati. Saya lupa dia wali kelas di kelas berapa, tapi kayaknya kelas 3.. kenapa saya memilih beliau sebagai guru favorit?? Karena cara mengajarnya yang asyik, tak gampang emosi. Beliau guru yang lembut. Karena saya senang belajar dengan beliau, maka pelajaran yang diberikannya gampang saya terima dengan baik.

Guru paling Killer: Hmm,, Bu Ros. Saya lupa nama panjang beliau, yang saya ingat hanya nama panggilannya. Kenapa saya memilih beliau sebagai guru ter-killer? Karena beliau guru yang suka membentak. Beliau menyeramkan kalau lagi marah. Beliau adalah nenek dari salah satu teman sekelas saya.

Teman Bolos: Bolos itu apa sih?? Hehe. Seingat saya, saya nggak pernah bolos waktu SD. Jadi, saya nggak punya teman bolos.

Teman Berantem: Kalau berantem sampai adu jotos sih nggak pernah. Saya nggak pernah adu jotos dengan orang lain, bahkan sampai sekarang. Tapi, waktu SD saya pernah nge-dorong teman saya sampai dia menimpa meja, dan meja yang tertimpa pun ikut jatuh. Saya lupa permasalahannya. Maaf ya, namanya nggak mau saya sebutin.

Jajanan/Makanan Favorit: Apa ya? Pusing juga, soalnya saya suka semuanya. :D. Hmm, saya seringnya jajan Pempek, harganya 500 rupiah.


Mainan Favorit: Apa ya? Dulu saya sukanya main Barbie.. #eh?? Nggak. Biasalah,  mainan yang lagi musim pada waktu itu, semisal beyblade, tamiya, R/C. Yang paling saya suka adalah R/C.


Sepatu Favorit: Kayaknya nggak ada deh, saya selalu pakai apapun pemberian orang tua, baik itu sepatu, ataupun pakaian. Untuk urusan sandang, saya serahkan kepada orang tua saya. Bahkan, sampai sekarang, pakaian yang saya beli sendiri adalah 1 celana pendek, dan 1 baju kaos. Yap, baru 2 pakaian itu yang saya beli sendiri, selebihnya orang tua saya yang belikan. (eh, kok malah jadi bahas pakaian)

Tas Favorit: Sama kayak yang di atas, nggak ada tas favorit. Karena saya hanya memakai yang diberi oleh orang tua saya.

Yap. Itu PR-nya udah saya kerjakan Rusydina Tamimi. Moga-moga nilainya 100..

Emm, karena PR-nya berantai, mohon agar febrinanda, anggi, dan bang Agung Topandas untuk mengerjakannya..

Trims..
Baca Selengkapnya

Minggu, 06 November 2011

Sedang-Sedang Saja...

Assalamualaikum..

Sebelumnya, saya mengucapkan selamat Hari Raya Idul Adha. Selamat Menikmati Daging kurbannya. Btw, ini Idul Adha pertama saya jauh dari orang tua. Yah, agak sedih sih. Tapi, nggak masalah. 

Hidup memang tidak akan berwarna kalau cuma dijalani dengan serius tanpa ada humor dan tawa. kita sering bercanda dengan teman-teman atau bahkan keluarga. memang itu bagus. tapi ada batasannya.. tidak boleh keterlaluan. karena memang pada dasarnya yang keterlaluan itu tidak baik.

Contohnya saja, dalam bercanda harus tetap ada batasan dalam umur. cara bergurau kita dengan orang yang  lebih tua dari kita tidak boleh sama dengan cara bergurau kita dengan orang yang lebih muda dari kita. salah-salah, bukannya bikin orang tertawa, malah bikin orang marah sama kita.

contohnya, terjadi pada hari minggu (30 Oktober 2011) kemarin. ini terjadi kepada teman saya. Menurut saya gurauan yang seperti ini sudah keterlaluan. Teman saya, namanya Jaya (nama disamarkan), dia dikabarkan sudah meninggal. dan itu dikabarkan kepada kami semua via SMS. tentu saja itu membuat kami panik. saya mencoba menghubungi nomor ponsel-nya. Panggilan pertama, masuk, tidak diangkat. Panggilan kedua, masuk, tidak diangkat juga. Panggilan ketiga, nomor sudah tidak aktif.. Saya tambah cemas.

Saya kemudian tanya ke teman-teman saya yang lain. Tak satupun yang tahu keaslian dari kabar yang tersebar ke kami itu. Hingga akhirnya dua jam kemudian ada SMS dari teman saya, yang inti dari isinya adalah bahwa kami semua telah kena tipu. Sialaaaan... Dan kemudian diikuti SMS konfirmasi dari Jaya sendiri.

Ok, mungkin yang menyebarkan kabar tak sedap yang ternyata palsu itu hanya berniat untuk iseng (pelakunya belum diketahui), untuk bergurau. tapi ini sudah keterlaluan. Parahnya, kabar ini sudah sampai ke orang tua Jaya. Coba teman-teman bayangkan apa reaksi orang tuanya Jaya? Coba bayangkan jika seandainya orang tua Jaya ternyata punya penyakit jantung, lalu kaget mendengar kabar tersebut. Kemudian meninggal. Parah bukan?

Ini sebagai pelajaran, bukankah di dalam Ajaran Agama Islam, kita diajarkan untuk sedang-sedang saja? Ini berlaku untuk segala hal. Jangan terlalu berlebihan dalam mengerjakan sesuatu. Karena Allah benci sesuatu yang berlebihan.

That's All for Today.. 

Sekali lagi, Selamat Hari Raya Idul Adha.

Baca Selengkapnya